HARAPAN MASIH ADA

Memperbaiki sistem itu memang sama dengan mengurai benang kusut yang membutuhkan kesabaran dan waktu yang cukup lama. Tapi kita perlu menginggat bahwa sistem pendidikan<!adalah sistem yang bekerja pada manusia. Sifat manusia pada dasarnya adalah dinamis sehingga perlu sistem yang fleksibel untuk mengikuti kedinamisan manusia. Pendidikan kita saat ini mungkin tidak akan relevan lagi bagi cucu dan buyut kita dimasa mendatang. Seorang pendidik sejati.
Ketika Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di gulirkan banyak pihak yang merasa senang bahwa sekolah mendapatkan kesempatan untuk menentukan sendiri arah atau model pendidikan disekolahnya. Namun, kemudian kemudian harapan itu sirna kembali ketika ternyata masih ada ujian nasional atau UAN yang membuat model pendidikan yang diberikan sekolah harus kembali lagi seragam. Tak terbayangkan memang ketika KTSP ini harus dilakukan disekolah-sekolah negeri yang 1 kelas muridnya bisa sampai 40-50 orang, sementara gurunya hanya 1 orang. Sungguh jauh panggang dari api atau bagai punguk merindukan bulan. Sesuatu yang harus kita perbaiki adalah paradigma pemikiran. Baik itu dari para pengambil kebijakan (para pejabat di kementrian), para pelaksana di tingkat managerial (Para pejabat di tingkat dinas baik propinsi maupun kabupaten) sampai pada para pelaksana di lapangan (para guru). Paradigma yang semestinya ada pada diri orang-orang yang terlibat dalam sistem pendidikan ini adalah sebagaimana paradigma LAMA. Bahwa anak-anak dan cucu kita akan berhadapan dengan zaman yang sama sekali berbeda dengan zaman kita ini. Juga paradigma bahwa pendidikan harus diseragamkan padahal setiap manusia memiliki potensi yang berbeda-beda.

Yang perlu diingat bahwa siswa atau anak-anak kita bukanlah obyek pendidikan tapi mereka juga adalah subyek pendidikan dimana dalam konsep pendidikan sejati bahwa semua orang harus belajar dan terus belajar. Tetaplah merasa hijau (ever green) karena kalau sudah merasa matang maka ciri-cirinya ia akan segera busuk. Apalagi dalam salah satu ajaran agama islam bahwa menuntut itu hukumnya wajib dari sejak dibuaian ibu sampai akan memasuki liang lahat. Sistem pendidikan yang paling baik tentunya yang dapat mengikuti perkembangan zaman artinya pendidikan kehidupan life skill education adalah yang paling tepat. Melihat fenomena yang ada berbagai alternatif pendidikan muncul dari homeschooling sampai ada sekolah alam.

Yang terakhir ini idenya sangat brilian dan cukup menjadi alternatif yang banyak dikejar oleh orang tua. Dengan konseptor Bpk Lendo Novo beliau melihat bahwa sistem pendidikan yang baik adalah yang kembali kepada alam atau dalam istilah beliau berguru kepada alam. Dengan konsep teladannya juga mengacu pada orang yang sukses di dunia Pendidikan. Memang dalam perjalanannya sekolah alam banyak mendapat sorotan. Bahkan untuk mendapat izin pendirian dari Kementerian Pendidikan saja sangat sulit dan memang dipersulit. Untuk mengembangkan Pendidikan yang benar adalah mendudukan Sekolah dalam OTONOMI PENDIDIKAN, bukan dalam OTONOMI DAERAH (Sekolah dan perangkatnya tidak dilibatkan dalam urusan Politik), tapi Sekolah betul-betul OTONOM baik dalam Managemen Sekolah maupun dalam Pelaksanaan Pembelajaran. Dengan OTONOM Pendidikan Mudah-mudahan Indonesia kembali bangkit. Jayalah indonesiaku, Makmurlah Negaraku======> Harapan Masih Ada

About tahang90

Pembelajaran Berbasis website

Posted on January 17, 2008, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: